BREAKING NEWS

GMNI Jakarta Selatan Bedah Buku Max Lane, Jhosua Napitupulu Soroti Perjuangan Reformasi 1998



MARLUGA.COM - Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Jakarta Selatan menggelar diskusi buku Unfinished Nation karya sejarawan asal Australia, Max Lane. Kegiatan tersebut membahas peran gerakan rakyat dalam sejarah Indonesia serta relevansinya dengan perjuangan Reformasi 1998.

Diskusi yang berlangsung di Sekretariat GMNI Jakarta Selatan pada 2026 itu menghadirkan Max Lane sebagai narasumber utama. Hadir pula akademisi Dr. Endah Sricahyani dan jurnalis sekaligus Presidium GMNI periode 1999–2002, S.L. Wisnubroto Kristantyo, sebagai penanggap.

Kegiatan yang dimulai pukul 15.00 WIB tersebut dipandu oleh kader DPC GMNI Jakarta Selatan, Terang Bintang Merah.

Dalam pemaparannya, Max Lane mengangkat gagasan unfinished nation atau bangsa yang belum selesai. Menurutnya, perjalanan sejarah Indonesia tidak dapat dilepaskan dari peran gerakan rakyat dan aksi massa dalam mendorong perubahan politik serta sosial.

Ia menekankan pentingnya melihat sejarah Indonesia secara lebih luas, bukan hanya melalui peran elite politik, tetapi juga kontribusi masyarakat dalam berbagai momentum perjuangan.

Jhosua Napitupulu: Reformasi 1998 Belum Menuntaskan Perjuangan

Mantan aktivis Reformasi 1998, Jhosua Napitupulu, menilai pemikiran Max Lane masih relevan dengan kondisi demokrasi dan gerakan mahasiswa Indonesia saat ini.

Menurut Jhosua, gagasan Unfinished Nation memiliki keterkaitan erat dengan pengalaman gerakan mahasiswa yang turut mendorong berakhirnya pemerintahan Orde Baru pada 1998.

"Unfinished Nation itu adalah cerita kita di 98. Kita menjatuhkan rezim, tapi revolusi kita belum selesai. Aksi massa 98 adalah lanjutan dari ingatan revolusi 45 yang dibahas Max Lane. Hari ini, tantangan kita sama: bagaimana menjaga ingatan kolektif itu agar tidak dibajak oleh narasi kekuasaan," ujar Jhosua saat dimintai tanggapan.

Jhosua berpandangan bahwa Reformasi 1998 merupakan salah satu tonggak penting perubahan politik Indonesia. Namun, menurutnya, sejumlah cita-cita reformasi masih menghadapi tantangan hingga saat ini.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga independensi penulisan sejarah agar tidak hanya mencerminkan kepentingan kelompok tertentu.

Menurutnya, apabila pada masa lalu narasi sejarah kerap dipengaruhi kepentingan penguasa, saat ini muncul tantangan lain berupa pengaruh kekuatan ekonomi dan oligarki.

GMNI Diminta Terus Mengembangkan Pemikiran Kritis

Jhosua mengapresiasi langkah GMNI Jakarta Selatan yang menjadikan diskusi buku sebagai ruang untuk mengembangkan pemikiran kritis mahasiswa.

Ia menilai organisasi mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk menjaga kesadaran sejarah sekaligus mengawal perjalanan demokrasi Indonesia.

"Max Lane mengingatkan bahwa bangsa ini akan terus menjadi bangsa yang belum selesai jika kaum muda, khususnya GMNI sebagai penerus pemikir-pemikir pejuang Bung Karno, berhenti melakukan kritik sejarah. GMNI Jaksel sudah di jalur yang benar dengan mendiskusikan buku ini. Ini bukan nostalgia, tapi upaya merawat nalar kritis untuk melawan amnesia sejarah," tegasnya.

Jhosua berharap kegiatan serupa tidak hanya menjadi forum diskusi akademis, tetapi juga mampu mendorong mahasiswa untuk lebih aktif memahami persoalan sosial, politik, dan demokrasi.

Menurutnya, gerakan mahasiswa perlu terus memperkuat keberpihakan kepada masyarakat serta mempertahankan tradisi intelektual yang menjadi bagian dari sejarah perjuangan bangsa.

Diskusi buku Unfinished Nation tersebut mendapat respons antusias dari para kader GMNI Jakarta Selatan. Para peserta membahas pemikiran Max Lane dengan mengaitkannya pada pengalaman Reformasi 1998 dan tantangan demokrasi Indonesia saat ini.

Melalui kegiatan tersebut, GMNI Jakarta Selatan berupaya memperkuat pemahaman sejarah sekaligus membuka ruang dialog mengenai peran mahasiswa dalam mendorong perubahan sosial dan politik.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar