BREAKING NEWS

Petinju Bekasi Muhammad Abdul Hafidz Siap Berlaga di WBA Asia 30 Oktober 2026



BEKASI (kabarpublik.id) - Petinju muda asal Bekasi, Muhammad Abdul Hafidz, bersiap tampil dalam ajang tinju profesional WBA Asia yang dijadwalkan berlangsung pada 30 Oktober 2026 di Studio Penta SCTV.

Atlet binaan Ghosun Iron Camp (GIC) tersebut akan memanfaatkan kesempatan ini untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengukur hasil latihan yang telah dijalaninya.

Keikutsertaan Hafidz menjadi langkah penting dalam perjalanan kariernya sebagai petinju profesional. Ia diharapkan mampu memberikan penampilan terbaik dan membawa nama Bekasi ke panggung tinju yang lebih luas.

Menghadapi pertandingan tersebut, kesiapan fisik, penguasaan teknik, strategi, dan mental bertanding menjadi faktor penting bagi Hafidz untuk menghadapi lawannya di atas ring.

Ghosun Iron Camp Fokus Cetak Petinju Profesional

Ghosun Iron Camp merupakan sasana tinju yang berfokus pada pembinaan atlet melalui peningkatan kemampuan teknik, kondisi fisik, kedisiplinan, dan pembentukan karakter.

Mengusung filosofi Discipline, Respect, Champion Mentality, GIC berupaya membentuk petinju yang tidak hanya tangguh saat bertanding, tetapi juga menjunjung tinggi sportivitas dan tanggung jawab.

CEO Ghosun Iron Camp, Susanto, S.H., menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen mengembangkan pembinaan atlet secara berkelanjutan agar mampu bersaing di tingkat profesional.

“Ghosun Iron Camp siap menurunkan petinju profesional dan akan terus mengembangkan karya serta melahirkan petinju-petinju yang andal dari sasana Ghosun Iron Camp,” ujar Susanto.

Menurutnya, pembinaan atlet tidak hanya berorientasi pada satu pertandingan. GIC juga berupaya menyiapkan generasi petinju berikutnya melalui program latihan yang terarah dan konsisten.

Pembinaan tersebut mencakup penguatan teknik bertanding, ketahanan fisik, pengendalian emosi, serta kemampuan menyusun strategi saat menghadapi lawan.

Hafidz Diharapkan Jadi Motivasi Atlet Muda Bekasi

Penampilan Muhammad Abdul Hafidz di WBA Asia diharapkan menjadi motivasi bagi generasi muda Bekasi untuk menekuni olahraga tinju secara serius.

Kesempatan bertanding di ajang profesional juga menjadi sarana untuk mengukur perkembangan kemampuan atlet sekaligus menambah pengalaman menghadapi persaingan yang lebih ketat.

Ghosun Iron Camp menilai pembinaan atlet membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk keluarga, pelatih, komunitas olahraga, dan masyarakat.

Selain mengejar prestasi, GIC menekankan pentingnya keselamatan, sportivitas, serta kepatuhan terhadap peraturan pertandingan dalam setiap proses pembinaan.

Menjelang laga pada 30 Oktober 2026, Hafidz diharapkan mampu menjaga kondisi fisik dan mental agar dapat tampil maksimal.

Partisipasinya dalam ajang WBA Asia sekaligus menjadi bagian dari upaya Ghosun Iron Camp mengembangkan potensi petinju muda daerah untuk bersaing di tingkat profesional.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar