MARLUGA.COM - Komunitas Ti Wargi Pikeun Wargi (TWPW) mengawali kiprahnya melalui kegiatan Wargi Mibanda Aksi Musim 1 (WMA #01) di Masjid Muslim Billionare, Desa Cinangneng, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, Minggu (16/8/2026).
Mengusung tema “Wargi Mibanda Aksi, Ti Wargi Pikeun Wargi”, kegiatan perdana ini menghadirkan tiga program utama, yakni UMKM Naik Kelas, pemeriksaan kesehatan gratis, serta lomba kemerdekaan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia.
Kegiatan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Lomba kemerdekaan diikuti 42 peserta, melebihi target awal sebanyak 20 peserta. Sementara itu, pemeriksaan kesehatan gratis diikuti 50 warga dan program UMKM Naik Kelas melibatkan 15 peserta.
Dalam program UMKM Naik Kelas, peserta memperoleh edukasi mengenai pemanfaatan teknologi digital untuk mengembangkan usaha. Materi yang diberikan mencakup penggunaan media sosial, QRIS, hingga kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Founder TWPW, Tiara Aqwya Aningrum Kusuma Wardani, mengatakan digitalisasi menjadi kebutuhan penting bagi pelaku UMKM untuk menghadapi persaingan di era ekonomi digital.
“Transformasi digital bagi UMKM bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan mutlak agar usaha lokal tetap kompetitif, memiliki jangkauan pasar tanpa batas, dan efisien dalam operasional di era ekonomi digital,” ujar Tiara dalam keterangannya, Selasa (18/8/2026).
Menurut Tiara, digitalisasi UMKM tidak harus dilakukan sekaligus. Pendampingan secara bertahap diperlukan agar pelaku usaha dapat memahami dan menggunakan teknologi dengan lebih percaya diri.
“Leutik Léngkahna, Gedé Mangpaatna—setiap langkah kecil menuju digitalisasi akan membawa manfaat besar bagi kemajuan ekonomi keluarga dan masyarakat,” katanya.
Perwakilan Dompet Dhuafa, Mulyaidh S.M. atau yang akrab disapa Mas Ges/GGS, turut membagikan pengalaman dalam mendampingi pelaku UMKM. Ia mengatakan jumlah UMKM yang dibina meningkat dari kurang dari 10 pelaku usaha menjadi sekitar 60 UMKM.
Menurutnya, para pelaku usaha binaan tersebut telah mampu memperoleh penghasilan mandiri dengan rata-rata minimal Rp2 juta per bulan.
“Kunci utama bagi pelaku usaha pemula adalah keberanian dan ketekunan. Semua hal besar selalu berawal dari langkah kecil, dan yang paling penting adalah jangan pernah merasa malu untuk mulai berjualan,” ujar Mas Ges.
Pelaksanaan WMA #01 juga melibatkan KKM 18 Desa Cinangneng dan para santri Masjid Muslim Billionare. Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Eskopi dan Cititex.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya TWPW membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus menghadirkan program yang memberikan manfaat secara langsung.
Bagi TWPW, WMA #01 menjadi langkah awal untuk menerjemahkan semangat “Ti Wargi Pikeun Wargi” ke dalam aksi nyata. Komunitas tersebut berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dan menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi nyata untuk hadir dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” tutur Tiara. (Red)
