Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Produk Pangan Indonesia Raup Potensi Transaksi Rp150,7 Miliar di Summer Fancy Food Show 2026

Senin, 03 Agustus 2026 | Agustus 03, 2026 WIB Last Updated 2026-08-03T11:39:43Z

 



MARLUGA.COM - Produk pangan olahan Indonesia kembali mencuri perhatian di ajang Summer Fancy Food Show (SFFS) 2026 yang berlangsung di Javits Convention Center, New York, Amerika Serikat, pada 28–30 Juni 2026. Dalam pameran tersebut, Indonesia membukukan potensi transaksi sebesar USD 8,3 juta atau sekitar Rp150,7 miliar.


Selain mencatat peluang bisnis yang menjanjikan, pameran ini juga membuka jalan bagi tempe untuk semakin memperluas penetrasi ke pasar Amerika Serikat seiring meningkatnya tren konsumsi pangan nabati.


Atase Perdagangan (Atdag) RI Washington D.C., Ranitya Kusumadewi, mengatakan potensi transaksi tersebut merupakan langkah awal menuju realisasi ekspor. Karena itu, pihaknya terus mendampingi pelaku usaha melalui fasilitasi komunikasi dengan calon pembeli, pendampingan negosiasi, hingga pemantauan perkembangan kerja sama.


"Potensi transaksi yang dibukukan pada SFFS 2026 menunjukkan produk pangan Indonesia memiliki daya saing dan semakin diminati pasar Amerika Serikat. Kami akan terus mengawal proses business matching agar peluang tersebut dapat terealisasi menjadi kontrak ekspor yang berkelanjutan," ujar Ranitya.


Menurutnya, tempe menjadi salah satu produk yang paling banyak menarik perhatian pembeli karena selaras dengan meningkatnya tren plant-based food, makanan fermentasi, dan gaya hidup sehat di Amerika Serikat.


Ranitya menilai peluang tersebut harus diimbangi dengan kesiapan pelaku usaha dalam menjaga kapasitas produksi, kontinuitas pasokan, pemenuhan standar mutu, serta peningkatan kualitas kemasan dan strategi pemasaran agar mampu memenuhi kebutuhan pasar internasional.


Paviliun Indonesia pada SFFS 2026 dihadirkan melalui kolaborasi Atase Perdagangan RI Washington D.C., Konsulat Jenderal RI New York, serta sejumlah mitra. Paviliun seluas 28 meter persegi tersebut menampilkan enam pelaku usaha dan UMKM dengan beragam produk unggulan.


Produk yang dipamerkan meliputi kopi, kakao dan olahan cokelat, makanan ringan, mi instan, tempe, produk berbahan kelapa, bumbu dan rempah, madu, gula aren, hingga berbagai pangan olahan.


Tiga peserta di antaranya merupakan pelaku usaha diaspora Indonesia di Amerika Serikat, yakni Exotique Foods, Trully Amazing One, dan Bos Tempeh. Selain itu, terdapat PT Manohara Asri (Mayasi) dengan produk olahan kacang-kacangan serta PT Indowooyang melalui merek Sweetatoes yang menawarkan pangan olahan berbahan dasar ubi.


Bank Mandiri juga turut memperkenalkan produk UMKM binaannya, yaitu teh premium Silatea dan kerupuk kulit ikan bermerek Fisnack.


Di luar Paviliun Indonesia, sejumlah produk Indonesia yang telah beredar di pasar Amerika Serikat juga ikut dipamerkan, antara lain permen susu Milkita, mi instan sehat Lemonilo, dan jamu instan NusaDrink.


Keikutsertaan Indonesia mendapat apresiasi dari para pelaku usaha. Business Development Manager Empire International, Hendrick Wu, menyebut dukungan pemerintah melalui Kedutaan Besar RI di Washington D.C., KJRI New York, dan Atase Perdagangan RI Washington D.C. membantu perusahaan memperluas jaringan dengan buyer, distributor, dan mitra bisnis potensial di Amerika Serikat.


Hal senada disampaikan Marketing Manager PT Indowooyang (Sweetatoes), Javon Quincygio Salim. Menurutnya, pendampingan sejak tahap persiapan hingga tindak lanjut setelah pameran memberikan manfaat strategis untuk memahami kebutuhan pasar sekaligus memperluas peluang ekspor.


Summer Fancy Food Show 2026 merupakan salah satu pameran makanan dan minuman terbesar di Amerika Serikat yang diikuti sekitar 2.529 peserta dari 57 negara serta dihadiri sekitar 14.000 pelaku bisnis, mulai dari importir, distributor, peritel, pelaku jasa boga, hingga investor.


Amerika Serikat saat ini menjadi pasar ekspor pangan terbesar kedua bagi Indonesia setelah Tiongkok. Pada 2025, nilai ekspor produk pangan Indonesia ke Negeri Paman Sam mencapai USD 5,97 miliar, meningkat 14,06 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar USD 5,23 miliar.


Sementara itu, pada periode Januari–Mei 2026, total perdagangan Indonesia dengan Amerika Serikat mencapai USD 18,44 miliar. Dari jumlah tersebut, ekspor Indonesia tercatat sebesar USD 12,73 miliar, sedangkan impor sebesar USD 5,71 miliar, sehingga Indonesia membukukan surplus perdagangan sebesar USD 7,02 miliar.


Capaian tersebut menunjukkan produk pangan Indonesia semakin kompetitif di pasar global dan memiliki peluang besar untuk terus memperluas pangsa pasar di Amerika Serikat melalui inovasi, kualitas, dan penguatan kerja sama dagang. (Red)

×
Berita Terbaru Update