Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

BEM Fakultas Psikologi UBP Karawang Gelar SOULCARE di Panti Asuhan Daarul Hasanah

Rabu, 12 Agustus 2026 | Agustus 12, 2026 WIB Last Updated 2026-08-12T03:10:59Z


MARLUGA.COM - Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan (BEM FPSI UBP) Karawang menggelar kegiatan SOULCARE (Spiritual and Emotional Care) di Panti Asuhan Daarul Hasanah, Gorowong, Adiarsa Timur, Karawang, Selasa (11/8/2026).


Kegiatan yang berlangsung pukul 13.00–15.00 WIB tersebut diikuti 39 peserta dan 11 anak asuh. SOULCARE dikemas melalui berbagai aktivitas, mulai dari psikoedukasi emosi, art journey, melukis totebag, sesi berbagi, permainan ringan hingga pemberian donasi.


Kegiatan ini dirancang untuk memberikan ruang yang aman bagi anak-anak dalam mengenali dan mengekspresikan emosi. Di sisi lain, kegiatan tersebut menjadi sarana bagi mahasiswa psikologi untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah melalui interaksi langsung dengan masyarakat.


Departemen Sosial, Pengabdian Masyarakat dan Kerohanian BEM FPSI UBP menjadi penggagas SOULCARE. Kegiatan tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan materi, tetapi juga membangun interaksi dan pengalaman sosial bagi anak-anak panti.


Setelah pembukaan, anak-anak mengikuti psikoedukasi mengenai emosi dan art journey. Suasana kemudian dicairkan melalui sesi perkenalan dan ice breaking sebelum dilanjutkan dengan kegiatan utama, yakni melukis dan menghias totebag.


Anak-anak dibagi dalam kelompok kecil dan didampingi mahasiswa. Mereka bebas menentukan gambar serta warna sesuai dengan ide masing-masing. Pendekatan tersebut memberi kesempatan kepada anak untuk mengekspresikan diri tanpa tuntutan menghasilkan karya yang seragam.


Setelah menyelesaikan totebag, anak-anak mengikuti sesi berbagi untuk menceritakan makna di balik karya mereka. Kegiatan dilanjutkan dengan kuis dan permainan ringan, kemudian ditutup dengan doa serta dokumentasi bersama.


Ketua Panti Asuhan Daarul Hasanah, Runi Akmalia, mengatakan kegiatan seperti SOULCARE memiliki nilai penting karena kebutuhan anak tidak hanya berkaitan dengan pangan, pendidikan, kesehatan dan tempat tinggal.


“Anak-anak juga perlu bertemu banyak orang, mendapatkan pengalaman baru, didengarkan dan mempunyai ruang untuk menunjukkan apa yang mereka pikirkan dan rasakan. Ketika ada mahasiswa yang datang dan benar-benar meluangkan waktu melakukan kegiatan bersama mereka, bagi kami itu mempunyai nilai yang berbeda,” ujar Runi.


Menurut Runi, salah satu tantangan lembaga pengasuhan adalah memastikan anak-anak tetap memiliki hubungan sosial dengan lingkungan di luar panti. Panti memang menjadi tempat tinggal, tetapi anak-anak juga membutuhkan kesempatan untuk berinteraksi dengan masyarakat yang lebih luas.


Karena itu, keberlangsungan panti tidak hanya bergantung pada kemampuan memenuhi kebutuhan operasional. Dukungan jejaring sosial juga diperlukan agar anak-anak memperoleh pengalaman, pengetahuan dan kesempatan berinteraksi dengan lingkungan yang beragam.


Panti Asuhan Daarul Hasanah dirintis pada 2010 oleh H. Mansyur bersama keluarga sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak yang membutuhkan pengasuhan dan dukungan pendidikan. Pengelolaan panti kemudian dilanjutkan oleh generasi berikutnya dengan tetap mempertahankan fungsi panti sebagai tempat tinggal sekaligus ruang tumbuh bagi anak-anak.


Saat ini, aktivitas pengasuhan berlangsung di fasilitas Panti Asuhan Daarul Hasanah, Jalan Suhud Hidayat Nomor 7, RT 01/RW 02, Gorowong, Adiarsa Timur, Karawang. Sejumlah ruangan dimanfaatkan untuk kegiatan anak, pembelajaran dan aktivitas bersama.


Salah satu pengurus panti yang mendampingi kegiatan, Bella Sandra Tiana, menilai kehadiran mahasiswa psikologi memberikan pengalaman berbeda bagi anak-anak karena mereka tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi ikut terlibat dalam seluruh kegiatan.


“Yang kami harapkan dari setiap kunjungan memang ada interaksi. Anak-anak senang ketika ada kakak-kakak mahasiswa datang, berbicara dengan mereka dan mengajak melakukan sesuatu bersama. Kali ini mereka bisa melukis, memilih sendiri apa yang ingin dibuat, lalu menceritakan hasilnya,” kata Bella.


Menurutnya, pengalaman sederhana seperti berbicara, berkarya dan bermain bersama dapat menjadi kenangan positif bagi anak-anak.


Kegiatan SOULCARE juga menunjukkan bahwa mahasiswa dapat berkontribusi kepada masyarakat dengan memanfaatkan kompetensi yang dipelajari. BEM FPSI UBP Karawang selama ini menjalankan berbagai kegiatan sosial, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan mahasiswa, serta kegiatan seni dan budaya.


Kolaborasi serupa juga dapat dikembangkan oleh mahasiswa dari berbagai bidang. Mahasiswa pendidikan dapat berbagi pengalaman belajar, mahasiswa seni dapat mengadakan kegiatan kreatif, sedangkan mahasiswa olahraga dapat mengajak anak-anak melakukan aktivitas fisik.


Dengan demikian, kontribusi kepada panti asuhan tidak selalu harus berbentuk bantuan materi. Kehadiran, perhatian dan kesempatan berinteraksi juga dapat memberikan pengalaman berharga bagi anak-anak.


Bagi mereka, beberapa jam bersama orang baru dapat menjadi kesempatan untuk mencoba kegiatan baru, berani bercerita, mengenali potensi diri dan memperluas gambaran tentang masa depan yang ingin mereka raih. (Red)

×
Berita Terbaru Update