Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Wali Kota Jakpus Gerak Cepat Tangani 95 Warga Terdampak Kebakaran Paseban

Jumat, 21 Agustus 2026 | Agustus 21, 2026 WIB Last Updated 2026-08-21T12:35:37Z


MARLUGA.COM - Kebakaran melanda permukiman warga di Kelurahan Paseban, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, pada Kamis (20/8) malam. Sebanyak 15 rumah di RW 02, yang mencakup RT 08 dan RT 09, dilaporkan terdampak.


Wali Kota Jakarta Pusat Arifin mengatakan, berdasarkan pendataan sementara, kebakaran tersebut berdampak terhadap 35 kepala keluarga (KK) atau sekitar 95 jiwa.


“Lebih kurang berdasarkan data yang ada sementara ini, dilaporkan ada 15 rumah dengan jumlah 35 KK. Kemudian jumlah jiwanya ada 95 jiwa,” kata Arifin.


Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat bersama sejumlah organisasi perangkat daerah langsung menyiapkan lokasi pengungsian di SDN 05 Paseban. Tenda pengungsian didirikan di area luar kelas agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar dan aktivitas olahraga siswa.


Pemkot juga mendata berbagai kebutuhan warga terdampak, termasuk kebutuhan pendidikan bagi anak-anak yang kehilangan perlengkapan sekolah akibat kebakaran.


Arifin menyebut sejumlah warga melaporkan seragam, tas, dan perlengkapan sekolah anak ikut terbakar. Pemkot Jakarta Pusat akan membantu memenuhi kebutuhan tersebut agar anak-anak dapat kembali mengikuti kegiatan belajar.


“Sudah didata anak sekolah SD, SMP, SMA, laki-laki dan perempuan. Mereka melaporkan pakaian sekolah dan perlengkapan sekolah yang terbakar. Tentu kita akan bantu untuk persiapan mereka bisa sekolah kembali,” ujarnya.


Dokumen Warga yang Terbakar Akan Diganti

Selain kebutuhan pendidikan, Pemkot Jakarta Pusat menyiapkan layanan administrasi kependudukan bagi warga yang kehilangan dokumen penting dalam kebakaran.


Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) membuka posko pelayanan untuk membantu warga mengurus kembali dokumen seperti KTP, kartu keluarga, dan akta kelahiran.


Pemerintah juga akan membantu penerbitan kembali sejumlah kartu layanan publik, termasuk Kartu Jakarta Pintar (KJP), BPJS Kesehatan, dan kartu layanan gratis Transjakarta.


“Semua akan kita perbarui, kita akan berikan yang baru. Tentu kerja samanya, warga yang memang membutuhkan untuk dilaporkan,” kata Arifin.


Di lokasi pengungsian, layanan kesehatan turut disiapkan. Puskesmas menurunkan tenaga medis untuk memeriksa kondisi kesehatan warga, termasuk warga yang memiliki penyakit dan membutuhkan obat secara rutin.


Kebutuhan logistik dan bantuan lainnya juga terus didata bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Palang Merah Indonesia (PMI), serta unsur terkait.


Pemkot Jakarta Pusat masih melakukan pendataan terhadap rumah yang terdampak. Data tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan bentuk bantuan, termasuk kemungkinan dukungan pembangunan kembali rumah warga.


“Kita data dulu berapa rumah yang terdampak, yang terbakar. Kemudian mungkin ada nantinya dukungan untuk pembangunan rumah. Kita coba inventarisasi dulu apa yang bisa kita bantu,” ujar Arifin.


Warga Diingatkan Waspadai Kebakaran

Arifin mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama pada musim kemarau. Menurutnya, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kebakaran akibat korsleting listrik maupun aktivitas pembakaran sampah.


Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan dan memastikan instalasi serta penggunaan listrik di rumah tetap aman.


“Saya mengajak kepada seluruh warga untuk bisa menjaga lingkungan, tidak ada yang bakar-bakar sampah. Kemudian cek kembali instalasi listriknya, jangan digunakan yang berlebihan yang bisa menimbulkan korsleting listrik,” tutur Arifin.


Pemkot Jakarta Pusat memastikan penanganan warga terdampak terus dilakukan sesuai hasil pendataan. Pemerintah berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban warga sekaligus membantu mereka kembali menjalani aktivitas sehari-hari. (Red)

×
Berita Terbaru Update