Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Kemendikdasmen Resmi Buka MPLS PJJ 2026/2027, Dorong Murid Siap Belajar Mandiri

Rabu, 05 Agustus 2026 | Agustus 05, 2026 WIB Last Updated 2026-08-05T03:45:45Z



MARLUGA.COM - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) jenjang pendidikan menengah Tahun Ajaran 2026/2027 di Jakarta, Senin (3/8). Kegiatan ini menjadi tahap awal bagi murid untuk beradaptasi dengan sistem pembelajaran jarak jauh sekaligus membangun kesiapan belajar secara mandiri.


Pembukaan MPLS PJJ dilakukan oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq. Dalam sambutannya, ia menyampaikan selamat kepada seluruh murid baru yang mengikuti program tersebut.


Fajar menegaskan bahwa Pendidikan Jarak Jauh merupakan layanan pendidikan formal yang memiliki kualitas dan pengakuan ijazah setara dengan sekolah reguler. Karena itu, para murid diharapkan mengikuti proses pembelajaran secara serius hingga menyelesaikan pendidikan.


Menurutnya, fleksibilitas dalam sistem PJJ harus diimbangi dengan disiplin, komitmen, dan motivasi belajar yang tinggi.


"PJJ adalah jembatan emas untuk memperoleh layanan pendidikan berkualitas dengan pengakuan yang sama. Melalui MPLS ini, kami berharap para murid semakin mantap menyelesaikan pendidikan hingga tuntas," ujar Fajar.


Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, menjelaskan bahwa MPLS PJJ bukan sekadar pengenalan lingkungan belajar, melainkan fondasi penting untuk mempersiapkan peserta didik menghadapi karakteristik pembelajaran jarak jauh yang berbeda dengan pembelajaran tatap muka.


Ia menyebutkan, MPLS PJJ memperkenalkan tiga aspek utama, yakni kemandirian belajar, literasi digital, dan pemanfaatan platform pembelajaran yang akan digunakan selama proses pendidikan berlangsung.


Selain itu, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi sekolah induk dan sekolah mitra untuk memetakan karakteristik serta kebutuhan belajar setiap murid agar layanan pendidikan dapat diberikan secara optimal.


Tatang turut mengapresiasi dukungan pemerintah daerah dalam penyelenggaraan PJJ sebagai bagian dari upaya menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) sekaligus mendukung pelaksanaan Program Wajib Belajar 13 Tahun.


Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, mengatakan Pendidikan Jarak Jauh membuka akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah kepulauan yang selama ini terkendala kondisi geografis maupun ekonomi.


Ia mengajak seluruh pendidik untuk terus memberikan pendampingan dan motivasi kepada peserta didik agar tetap semangat menyelesaikan pendidikan.


Di Jawa Timur, implementasi PJJ diperkuat melalui pembentukan Gugus Tugas Penyelenggaraan PJJ, penetapan sekolah induk dan sekolah mitra, penyusunan strategi pelaksanaan, serta sosialisasi kepada masyarakat. Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menilai langkah tersebut merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia.


Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, menegaskan bahwa penyelenggaraan PJJ menjadi salah satu strategi untuk menekan angka Anak Tidak Sekolah melalui layanan pendidikan yang lebih fleksibel dan mudah diakses.


"Bagi kami, yang terpenting bukan hanya mengembalikan anak ke sekolah, tetapi juga memastikan mereka mampu bertahan hingga lulus," kata Nahdiana.


Semangat mengikuti MPLS juga dirasakan Zackya Aprillistianty Adelia Putri, murid baru PJJ di SMAN 96 Jakarta. Ia mengaku bersyukur dapat kembali melanjutkan pendidikan melalui program tersebut.


"Saya senang bisa kembali bersekolah melalui Pendidikan Jarak Jauh. Saya ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dan memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya agar bisa berprestasi," ujarnya.


Sebagai informasi, MPLS PJJ Tahun Ajaran 2026/2027 dilaksanakan secara daring di 32 sekolah induk penyelenggara yang tersebar di 32 provinsi. Selama kegiatan, para murid diperkenalkan dengan sistem pembelajaran jarak jauh, tata tertib akademik, Learning Management System (LMS), aplikasi konferensi video, media komunikasi, serta berbagai sumber belajar digital yang akan digunakan selama proses pembelajaran. (Red)

×
Berita Terbaru Update