MARLUGA.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Timur memastikan akan memberikan hunian yang layak bagi Apni Nelya (37), penyintas penyakit autoimun yang selama ini hidup berpindah-pindah dari satu masjid ke masjid lainnya. Kepastian tersebut disampaikan Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Kamis (30/7).
Munjirin mengatakan, Pemkot sebelumnya menawarkan dua pilihan tempat tinggal kepada Apni, yakni panti sosial atau rumah susun sewa (rusunawa). Setelah melalui pembahasan bersama, Apni memutuskan untuk tinggal di Rusun Pulogebang.
"Setelah kita berdiskusi dan semuanya sepakat, Bu Apni memilih tinggal bukan di panti sosial, tetapi di Rusun Pulogebang," ujar Munjirin.
Ia menjelaskan, proses penempatan Apni di Rusun Pulogebang akan segera ditindaklanjuti oleh Unit Pelaksana Teknis Unit Pengelola Rumah Susun (UPT UPRS) agar hunian dapat segera ditempati.
Selain menyediakan tempat tinggal, Pemkot Jakarta Timur juga membantu Apni agar kembali mandiri secara ekonomi. Pemerintah telah berkoordinasi dengan seorang pengusaha di kawasan Grand Cakung untuk memberikan kesempatan kerja yang sesuai dengan kondisi kesehatannya.
"Untuk pekerjaannya, tadi kami sudah memanggil seorang pengusaha di Grand Cakung. Apa pun pekerjaannya nanti, yang terpenting Bu Apni bisa mulai bekerja di sana," kata Munjirin.
Di sektor pendidikan, Pemkot Jakarta Timur memastikan ketiga anak Apni tetap dapat melanjutkan sekolah. Dua anaknya saat ini bersekolah di tingkat SMP, sedangkan satu anak lainnya masih duduk di bangku TK.
Untuk mendukung kebutuhan pendidikan tersebut, Suku Dinas Pendidikan Jakarta Timur bersama Dinas Sosial akan melakukan pendataan desil keluarga sebagai syarat pengajuan bantuan Kartu Jakarta Pintar (KJP).
"Nanti akan diurus bersama oleh Dinas Sosial dan Suku Dinas Pendidikan terkait pendataan desilnya, sehingga anak-anaknya tetap bisa melanjutkan pendidikan," ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan tambahan, Baznas Bazis Jakarta Timur juga akan membantu memenuhi kebutuhan dasar Apni selama masa awal menempati rusunawa.
Melalui langkah ini, Pemkot Jakarta Timur berharap Apni dan keluarganya dapat memiliki kehidupan yang lebih layak, memperoleh tempat tinggal yang aman, memiliki sumber penghasilan, serta memastikan pendidikan ketiga anaknya tetap berjalan tanpa hambatan. (Red)
