Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Menggali Potensi Komunikasi Pelajar di Kota Gurindam

Rabu, 29 Juli 2026 | Juli 29, 2026 WIB Last Updated 2026-07-29T11:20:11Z



MARLUGA.COM - Siang itu, aula di gedung SMK Maitreyawira Tanjungpinang terlihat padat dengan kehadiran murid-murid SMP, SMA, dan SMK dari Kota Tanjungpinang, kota yang dikenal dengan sebutan Kota Gurindam di Provinsi Kepulauan Riau. Sekitar 100 murid tampak antusias menyimak materi dan aktif berdiskusi dalam kegiatan Lokakarya Komunikasi Inspiratif bertema “Membangun Kolaborasi Melalui Karya”. Sebagai pembicara kunci, Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Yudhistira Nugraha, menyampaikan kebijakan komunikasi publik Kemendikdasmen serta pentingnya kolaborasi dengan sekolah dan pelajar dalam menyebarluaskan informasi positif dan edukatif.


Maraknya konten negatif di media sosial, penyalahgunaan gawai, serta terjadinya kasus kekerasan dan perundungan di sekolah telah menjadi perhatian serius bagi Kemendikdasmen dan seluruh pemangku kepentingan. Dalam konteks inilah, penguatan kapasitas sumber daya manusia dalam komunikasi publik, termasuk bagi pelajar, menjadi salah satu upaya yang dilakukan dalam menyosialisasikan kebijakan pendidikan. Selain itu juga dibutuhkan pendekatan yang inspiratif agar pelajar termotivasi untuk berkolaborasi dan berkarya dalam memanfaatkan platform teknologi informasi secara positif.


Dalam Lokakarya Komunikasi Inspiratif, Yudhistira menyampaikan strategi komunikasi humas Kemendikdasmen yang menggunakan pendekatan SIMI, yakni Sosialisasi, Informasi, Mitigasi, dan Intervensi. Pada tahap sosialisasi dan informasi, ia mendorong para pelajar untuk membiasakan diri menulis agar mampu menyampaikan pesan dan gagasan secara terstruktur dan sistematis. Menurutnya, kebiasaan menulis bisa dibangun dari kebiasaan membaca. 


“Pelajar harus bisa membekali diri agar bisa menjadi inspirasi dan memastikan informasi yang dibuat dan disebarluaskannya bisa bermanfaat dalam komunikasi publik,” ujar Yudhistira dalam Lokakarya Komunikasi Inspiratif di Aula SMK Maitreyawira Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Kamis (23/7/2026).


Komunikasi publik yang efektif bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membangun pemahaman, menumbuhkan kepercayaan, serta menggerakkan partisipasi pemangku kepentingan. Kolaborasi menjadi kunci agar setiap kebijakan dan program prioritas Kemendikdasmen dapat dipahami, didukung, dan diimplementasikan bersama-sama. 


Pada sesi diskusi interaktif dalam Lokakarya Komunikasi Inspiratif ini, banyak pelajar yang berpartisipasi aktif  dan bertanya tentang kebijakan Kemendikdasmen dengan gaya komunikasinya masing-masing. Salah satunya Victor Obaja, murid kelas 8 SMP Pelita Nusantara, yang menanyakan tentang AI dan digitalisasi pembelajaran. 


Yudhistira menjelaskan, pada dasarnya pelajar harus harus memiliki kemampuan untuk memverifikasi informasi dan mencari sumber yang resmi. “Jangan mudah percaya dengan AI, harus cek dan ricek. Misalnya gambar-gambar hasil AI juga harus dipastikan. Sumber gambar yang asli itu punya metadata, kalau gambar hasil AI tidak punya metadata. Intinya, di ruang digital harus mau melakukan verifikasi. Think before share. Kita verifikasi dulu informasinya benar atau tidak,” ujarnya. 


Murid lain, Alda Christiani Natalya dari SMAN 1 Batam, bertanya tentang Surat Edaran Mendikdasmen mengenai pembatasan penggunaan gawai di sekolah. Menurutnya, murid juga membutuhkan gawai untuk pembelajaran di sekolah. Menanggapi hal tersebut, Yudhistira menjelaskan bahwa gawai tetap boleh digunakan untuk pembelajaran di sekolah, namun penggunaannya dilarang untuk hal-hal yang tidak berkaitan dengan pembelajaran. “Untuk belajar itu gawai diperbolehkan. Makanya biasanya di sekolah itu ponsel murid-murid dititip ke guru, dan hanya boleh digunakan dalam pembelajaran dalam pengawasan atau pendampingan guru agar tidak terpapar informasi yang tidak baik,” katanya.


Wakil Kepala Sekolah Bagian Kurikulum SMK Maitreyawira Tanjungpinang, Rasty Armiani, mengapresiasi lokakarya yang diselenggarakan BKHM Kemendikdasmen. Menurutnya, materi yang disampaikan dalam lokakarya ini sangat bagus, apalagi narasumbernya langsung dari pusat (kementerian). “Kebijakan-kebijakan yang tadinya belum tersosialisasikan di sekolah kami akhirnya bisa sampai secara langsung, salah satunya mengenai pembatasan gawai di sekolah,” ujarnya. Ia juga berterima kasih kepada Kemendikdasmen karena terlah mempercayakan SMK Maitreyawira Tanjungpinang sebagai tuan rumah penyelenggaraan lokakarya.


Beberapa sekolah yang mengikuti lokakarya ini antara lain SMPN 5 Tanjungpinang, SMAN 1 Bintan Utara, SMAN 1 Batam, SMKN 2 Tanjungpinang, SMP/SMA Pelita Nusantara, SMK Bintan Insani, dan SMP/SMA Maitreyawira Tanjungpinang. Lokakarya Komunikasi Inspiratif dirancang sebagai ruang dialog dua arah yang interaktif, di mana narasumber tidak hanya menyampaikan regulasi pemerintah, tetapi juga membagikan strategi komunikasi yang efektif, membangun narasi positif, serta mengajak peserta untuk bersama-sama mendukung visi “Pendidikan Bermutu untuk Semua”. 


Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang untuk menguatkan peran pelajar sebagai agen perubahan sekaligus duta komunikasi kebijakan di lingkungannya masing-masing. Dengan melibatkan pelajar sebagai moderator dan peserta aktif, lokakarya ini mendorong kepemimpinan siswa, literasi digital yang kritis, serta kemampuan menyampaikan pesan-pesan kebijakan secara kreatif dan mudah dipahami oleh teman sebaya. Lokakarya ini juga merupakan salah satu wujud kolaborasi Kemendikdasmen dengan komunitas Patriot Pelajar Mahasiswa (PPM) dengan Rizal Maula sebagai koordinator komunitas. (Red)

×
Berita Terbaru Update