Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Kemendikdasmen Luncurkan ImajiNation 2026, Kompetisi Koding Visual untuk Guru dan Murid

Senin, 03 Agustus 2026 | Agustus 03, 2026 WIB Last Updated 2026-08-03T11:24:27Z

 



MARLUGA.COM - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berkolaborasi dengan Assemblr EDU serta didukung Samsung for Education meluncurkan ImajiNation 2026, Kompetisi Nasional Koding Visual bagi guru dan murid. Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat implementasi Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KA) di satuan pendidikan melalui pemanfaatan teknologi visual coding, pemodelan tiga dimensi (3D), dan Augmented Reality (AR).


Kolaborasi tersebut juga mendukung penguatan ekosistem transformasi pendidikan digital melalui Rumah Pendidikan sebagai platform yang mengintegrasikan berbagai layanan pembelajaran digital.


Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengatakan ImajiNation 2026 sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mengembangkan pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial di sekolah.


Menurutnya, tujuan utama program ini bukan sekadar mengajarkan peserta menulis kode program, tetapi membangun pola pikir yang sistematis, kreatif, kolaboratif, serta mampu menyelesaikan berbagai persoalan.


"Yang ingin kita bangun bukan hanya kemampuan membuat kode program, tetapi cara berpikir yang sistematis, kreatif, kolaboratif, dan berorientasi pada penyelesaian masalah," ujar Abdul Mu'ti.

 

Ia menambahkan, kompetisi ini menjadi sarana pembelajaran yang dapat membentuk karakter, meningkatkan kreativitas, serta mengasah kemampuan berpikir komputasional peserta didik. Abdul Mu'ti juga mengajak para guru untuk memanfaatkan ajang tersebut sebagai ruang menghadirkan inovasi pembelajaran di sekolah.


Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, menegaskan keberhasilan kompetisi tidak hanya diukur dari jumlah pemenang, tetapi dari pengalaman belajar yang diperoleh peserta selama proses berlangsung.


Sementara itu, Staf Khusus Menteri Bidang Transformasi Digital dan Kecerdasan Buatan, Muhammad Muchlas Rowi, menyampaikan bahwa transformasi digital pendidikan harus mampu membentuk generasi yang kreatif, kritis, kolaboratif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.


ImajiNation 2026 menargetkan lebih dari 11.000 peserta dari 2.000 sekolah di 38 provinsi. Kompetisi dibuka untuk murid jenjang SD, SMP, SMA/SMK, serta guru.


Melalui platform Assemblr EDU, peserta dapat membuat proyek digital interaktif menggunakan visual coding, teknologi 3D, dan AR tanpa harus menguasai bahasa pemrograman berbasis teks maupun menggunakan perangkat keras khusus.


Founder dan CEO Assemblr EDU, Hasbi Asyadiq, mengatakan program ini menjadi wadah bagi guru dan murid untuk belajar, berkreasi, dan menghasilkan inovasi berbasis teknologi.


"Melalui visual coding, visualisasi 3D, dan Augmented Reality, kami ingin mendorong generasi muda Indonesia menjadi inovator, bukan sekadar pengguna teknologi," ujarnya.

 

Selain kompetisi, peserta akan mengikuti rangkaian pembelajaran berbasis proyek hingga babak Grand Final. Assemblr EDU menyediakan platform pembelajaran 3D dan AR, Kemendikdasmen memberikan penguatan sesuai kebijakan pendidikan nasional, sementara Samsung for Education mendukung melalui sesi pendampingan menggunakan teknologi Galaxy.


Kompetisi berlangsung dalam dua tahap, yaitu babak kualifikasi nasional secara daring dan Grand Final yang digelar secara luring pada Oktober 2026. Salah satu agenda utama adalah kompetisi langsung visual coding tingkat SMP yang mempertemukan empat tim finalis untuk mempresentasikan proyek mereka di hadapan dewan juri.


Pada acara puncak juga akan digelar Education Expo yang mempertemukan guru, murid, sekolah, pemerintah, perusahaan teknologi, serta berbagai mitra pendidikan. Karya terbaik peserta nantinya akan dimanfaatkan melalui platform Rumah Pendidikan sebagai konten pembelajaran pada Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Digital (PID).


Pendaftaran ImajiNation 2026 dibuka tanpa dipungut biaya melalui platform Assemblr EDU. Peserta dapat memilih salah satu dari tiga tema, yaitu Dream Quest, Eco Quest, atau Culture Quest, yang akan dikembangkan menjadi proyek digital interaktif dan dinilai oleh dewan juri tingkat nasional.


Melalui kolaborasi ini, Kemendikdasmen berharap ImajiNation 2026 mampu melahirkan lebih banyak kreator digital muda yang dapat memanfaatkan teknologi untuk belajar, berkolaborasi, dan menghadirkan solusi inovatif bagi masyarakat, sekaligus memperkuat implementasi Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial di seluruh Indonesia. (Red)

×
Berita Terbaru Update