Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

KSP Dorong Kampus Inklusif dan Bebas Kekerasan untuk Wujudkan SDM Unggul Indonesia Emas 2045

Kamis, 30 Juli 2026 | Juli 30, 2026 WIB Last Updated 2026-07-30T09:19:09Z

 



MARLUGA.COM - Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan, Mayjen TNI (Purn) Prof. Dr. Budi Pramono, mewakili Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, menghadiri U25 Leaders Forum Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Kamis (30/7/2026).


Forum tersebut mengangkat tema "Mewujudkan Pendidikan Tinggi yang Inklusif dan Antikekerasan: Memperkuat Aksesibilitas, Kesejahteraan, dan Kesempatan yang Setara".


Dalam paparannya, Budi Pramono menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul merupakan fondasi utama untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai pusat pengembangan talenta, inovasi, serta penggerak transformasi sosial dan ekonomi. Ia menilai investasi pada pendidikan tinggi merupakan langkah jangka panjang untuk meningkatkan daya saing bangsa di tingkat global.


Budi juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan kampus yang aman dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Menurutnya, rasa aman menjadi syarat utama agar proses pendidikan dapat berjalan optimal.


"Kampus yang berkualitas adalah kampus yang mampu memberikan rasa aman bagi seluruh sivitas akademika," tegas Budi Pramono.


Ia menjelaskan, keberhasilan perguruan tinggi kini tidak lagi hanya diukur dari prestasi akademik maupun reputasi institusi. Lingkungan belajar yang sehat, inklusif, serta kontribusi nyata hasil riset kepada masyarakat juga menjadi indikator penting.


"Bagi pemerintah, keberhasilan pendidikan tinggi ditentukan oleh kemampuan perguruan tinggi membangun lingkungan belajar yang sehat, aman, dan inklusif. Dari lingkungan seperti itulah lahir SDM yang unggul, produktif, dan berkarakter," ujarnya.


Selain itu, Budi menyoroti pentingnya pembangunan SDM sebagai bagian dari ketahanan nasional. Di tengah tantangan geopolitik, disrupsi teknologi, hingga ancaman radikalisme dan kekerasan, ia menilai ketahanan bangsa tidak hanya bergantung pada kekuatan militer, tetapi juga kualitas manusianya.


Menurutnya, bangsa yang tangguh harus mampu melahirkan generasi yang berintegritas, adaptif, serta memiliki daya tahan terhadap berbagai ancaman nonmiliter yang berpotensi melemahkan persatuan dan produktivitas nasional.


Ia menambahkan, universitas masa depan harus mampu menghadirkan lingkungan belajar yang aman, inklusif, adil, dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh mahasiswa tanpa diskriminasi. Kampus seperti itulah yang akan melahirkan pemimpin bangsa yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki integritas, empati, dan semangat menjaga persatuan Indonesia.


Dalam kesempatan tersebut, Budi mengajak seluruh pimpinan PTN-BH menerapkan tiga pilar kepemimpinan strategis, yakni Leadership with Integrity, Leadership with Innovation, dan Leadership with Collaboration. Ia menegaskan bahwa integritas harus menjadi landasan utama dalam tata kelola perguruan tinggi sekaligus melindungi hak setiap warga kampus.


"Integritas tidak hanya tercermin dalam tata kelola yang baik, tetapi juga dalam keberanian melindungi martabat setiap insan akademik," katanya.


Menutup paparannya, Budi menegaskan Kantor Staf Presiden (KSP) akan terus mengawal pelaksanaan program prioritas transformasi pendidikan tinggi sesuai arahan Presiden Republik Indonesia. Pemerintah, kata dia, berkomitmen memastikan seluruh anak bangsa memperoleh akses pendidikan tinggi yang aman, layak, dan setara.


"Sebagaimana arahan Presiden Republik Indonesia, pembangunan harus memberikan manfaat bagi seluruh rakyat Indonesia. Tidak boleh ada talenta yang tertinggal karena disabilitas, tidak boleh ada mahasiswa yang kehilangan masa depannya karena kekerasan, dan tidak boleh ada anak bangsa yang kehilangan kesempatan hanya karena perbedaan latar belakang," pungkasnya.


U25 Leaders Forum PTN-BH 2026 diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan para pemangku kepentingan dalam mempercepat transformasi pendidikan tinggi yang inklusif serta berdampak nyata bagi kemajuan Indonesia.


Forum tersebut turut dihadiri Pelaksana Tugas Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nur Syarifah, Ketua U25 PTN-BH Prof. Heri Hermansyah, Rektor UGM Prof. Ova Emilia, para rektor dan wakil rektor PTN-BH se-Indonesia, serta para dekan di lingkungan UGM. (Red)

×
Berita Terbaru Update