Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

APBN Jadi Motor Transformasi Ekonomi, Wamenkeu Dorong Jakarta Jadi Pusat Pendidikan dan Inovasi

Rabu, 29 Juli 2026 | Juli 29, 2026 WIB Last Updated 2026-07-29T12:23:42Z



MARLUGA.COM - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong transformasi ekonomi nasional berbasis pengetahuan dan inovasi melalui pemanfaatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).


Hal tersebut disampaikan Suahasil saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) perancangan Jakarta Education and Innovation Center di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (29/7).


Menurut Suahasil, APBN tidak hanya berfungsi sebagai instrumen fiskal, tetapi juga menjadi penggerak utama dalam pembangunan kota yang berbasis ilmu pengetahuan, pendidikan, dan inovasi.


"Indonesia perlu beralih dari yang sebelumnya mengandalkan perspiration atau kerja keras fisik menuju innovation atau inovasi. Pemerintah membutuhkan pengetahuan yang dihasilkan universitas, lembaga riset, organisasi masyarakat, hingga berbagai institusi untuk menjembatani hasil penelitian menjadi kebijakan publik berbasis riset," ujarnya.


Suahasil menjelaskan, pemerintah secara konsisten memenuhi amanat konstitusi dengan mengalokasikan 20 persen anggaran negara untuk sektor pendidikan sejak 2009 hingga 2026. Total anggaran pendidikan yang telah dikucurkan mencapai Rp7.667,3 triliun.


Dari alokasi tersebut, pemerintah berhasil membangun Dana Abadi Pendidikan yang dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Hingga saat ini, nilai akumulasi dana tersebut mencapai sekitar Rp195 triliun.


Dana Abadi Pendidikan telah memberikan manfaat kepada lebih dari 61 ribu penerima, mendanai lebih dari 4.700 proyek penelitian, serta mendukung 23 perguruan tinggi negeri dalam menghasilkan sekitar 8.200 publikasi ilmiah, 1.900 program visiting professor dan postdoctoral fellowship, serta berbagai program pertukaran mahasiswa.


Untuk memperkuat ekosistem riset nasional, pemerintah juga menyediakan insentif perpajakan berupa Super Tax Deduction. Melalui kebijakan ini, perusahaan dapat memperoleh pengurangan penghasilan bruto hingga 300 persen dari total biaya kegiatan penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D), baik yang dilakukan secara mandiri maupun bekerja sama dengan lembaga riset.


Dalam kesempatan tersebut, Suahasil juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mewujudkan Jakarta Education and Innovation Center.


Pemerintah pusat akan mendukung melalui penyusunan program dan kebijakan, sedangkan Pemprov DKI Jakarta berperan menyediakan lahan, ruang, serta infrastruktur pendukung.


Selain itu, Suahasil mendorong konsep aglomerasi pendidikan dengan mengintegrasikan berbagai perguruan tinggi dan pusat riset dalam satu kawasan terpadu di Jakarta. Menurutnya, langkah tersebut akan meningkatkan efisiensi, memperkuat daya saing investasi, sekaligus memperkokoh posisi Indonesia sebagai pusat pendidikan dan inovasi di tingkat global.


"Ini adalah wujud Indonesia yang sejahtera, bermartabat, dan berkontribusi bagi dunia," tutup Suahasil. (Red)

×
Berita Terbaru Update